ISLAMIC VALUE DALAM DESAIN, PROSES DAN OUTPUT HALAL HOTEL

Al Meroz Hotel Bangkok – The Leading Halal Hotel Bangkok

Hotel berbasis syariah kini menjadi trend dan kebutuhan di kalangan masyarakat. Sharia-Compliant Hotel (SCH) juga disebut sebagai hotel islami, yaitu hotel yang menyediakan layanan sesuai dengan konsep syariah (SAAD, 2014). Hotel syariah kini menjadi permintaan di seluruh dunia. Berdasarkan laporan statistik oleh World Tourism Organization tahun 2010 menyatakaan bahwa hotel syariah merepresentasikan 10% dari pasar dunia bidang pariwisata, hal ini dikarenakan adanya peningkatan traveller muslim di seluruh dunia (Hotelier Middle East, 2008).  Berikut adalah nilai-nilai islam dalam desain, proses, dan output dalam halal hotel:

Desain

Saat ini, terdapat 3 macam hotel atau akomodasi yang menggunakan konsep islamic hospitality, yaitu (Henderson, Managing tourism and Islam in Peninsular Malaysia, 2003):

  1. Dry Hotels, hotel ini tidak menjual alkohol.

    Alcohol are not allowed
  2. Partially SCH, yaitu menyediakan beberapa servis secara islami, seperti menyediakan makanan yang halal, ruang ibadah, tersedianya Al-Quran dan sajadah pada tiap kamar serta memisahkan fasilitas hotel antara laki-laki dan perempuan.

    Muslim Prayer Room-2
    Ruang Ibadah di Ambassador Hotel Bangkok
  3. Fully SCH, semua operasi, desain, interior diatur oleh hukum syariah. Konsep hotel ini menggunakan peraturan dan konsep shariah dalam sistem operasinya, desain, dan sistem keuangan di dalam hotel. Misalnya fasilitas hotel seperti kolam renang, gym, dan beberapa fasilitas lainnya memisahkan antara laki-laki dan perempuan.

    Islamic Interior Design

Menurut Henderson (2010) dalam penelitannya yang berjudul Sharia-Compliant Hotels mengemukakan beberapa atribut untuk menjalankan syariah-compliant hotel :

  1. Menyediakan Quran dan Sajadah pada tiap ruang
Salah saru Fasilitas di Mekkah Hilton Tower  “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. (QS. Fathir: 29).

2. Posisi tempat tidur dan toilet tidak menghadap ke arah Mekah

Comfortable Hotel Bed

Kalau anda akan buang air besar atau kecil, jangan menghadap kiblat dan jangan membelakanginya akan tetapi (hadapkan) ke timur atau ke barat.” (HR. Bukhori dan Muslim”.

3. Menyediakan Fasilitas Mushola

4. Fasilitas hiburan yang sesuai (tidak menyediakan hiburan malam)

Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya”. (Al-Furqan: 72).

5. Pekerja yang didominasi oleh orang Islam

Muslim Receptionist

6. Memisahkan fasilitas rekreasi antara laki-laki dan perempuan

Pria dan wanita diperintahkan Allah Swt untuk ghadhdh al-bashar (QS an-Nur [24]: 30-31), ghadhdh al-bashar menurut An-Nabhani adalah menundukkan pandangan dari apa saja yang haram dilihat dan membatasi pada apa saja yang dihalalkan untuk dilihat.

7. Tidak memajang karya seni yang Menggambarkan Bentuk Manusia

  • Sesungguhnya malaikat tidak akan masuk pada rumah yang di dalamnya ada patung naturalis; (H.R. al-Bukhari dari Ibnu ‘Abbas)
  • “Wahai Aisyah, sesungguhnya orang yang paling berat azabnya di hari kiamat nanti adalah orang yang mencoba menyaingi Allah dalam hal ciptaannya.”
  • “Sesungguhnya rumah yang di dalam nya terdapat gambar/lukisan tidak akan di masuki oleh para malaikat”.

Proses

Terdapat beberapa atribut hotel syariah yang termasuk dalam proses, yaitu :

1.Tidak menjual alkohol

Allah melaknat khomr, orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya, penjualnya, pembelinya, orang yang memerasnya, orang yang mengambil hasil perasannya, orang yang mengantarnya dan orang yang meminta diantarkan.” (HR. Ahmad )

2. Hanya menyediakan makanan halal

“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS. Al-Baqarah : 168)

3. Perilaku Pekerja yang sesuai syariat

Para pekerja harus berprilaku dan memberikan atensi terhadap aturan-aturan islam (Jurattanasan, 2014). Surah dan hadits yang menerangkan perintah ini adalah :

  • Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat atau amanah kepada yang berhak menerimanya….” (QS. An-Nisa’ ayat 58)
  • “Berikanlah upah pekerja sebelum kering keringat-keringatnya. (HR. Ibn Majah, Abu Hurairah, dan Thabrani).
  • Sesungguhnya Allah mencintai salah seorang diantara kamu yang melakukan pekerjaan denganitqon (tekun, rapi dan teliti).” (HR. al-Baihaki)

Selain itu, hotel merupakan industri yang tidak hanya menyediakan penginapan namun juga service dari pekerja, sehingga pekerja harus bersifat islami dalam melayani tamu, sebagaimana diperintahkan :

  • “Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka, sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.”(Qs. Ali Imran: 159)
  • Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan menyukai kelembutan. Dan Dia memberi pada kelembutan itu sesuatu yang tidak diberikan Nya pada sikap kasar, dan apa yang tidak diberikan Nya pada yang lainnya.” (HR. Imam Muslim)

4. Pengaturan keuangan sesuai prinsip keislaman

Gambar terkait
Ilustrasi Zakat

Hotel diharuskan untuk mengikuti prinsip Zakat dan  mengatur keuangannya sesuai dengan aturan islam  (HVS Globa Hospitality Services, 2009).  Sebagaimana diperintahkan : “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Alloh maha mendengar lagi maha mengetahui“. (Q.S At-Taubah ayat 103).

 

Isu-isu yang biasanya dialami oleh industri perhotelan adalah riba, kegiatan usaha yang dilarang, joint venture, dan leasing sehingga hotel-hotel yang menjalankan prinsip syariah seharusnya tidak menjalankan kegiatan yang disebutkan diatas.

Output

Banyak hotel yang menggunakan nama hotel syariah namun tidak memahami konsep syariah secara keseluruhan. Untuk itu, saat ini beberapa negara telah melakukan sertifikasi terhadap kategori hotel syariah. Di Indonesia, berdasarkan peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 2 Tahun 2014 menyatakan bahwa Hotel Syariah adalah usaha hotel yang penyelenggaraannya harus memenuhi kriteria Usaha Hotel Syariah yang mencakup aspek produk, pelayanan, dan pengelolaan.

Untuk memudahkan identifikasi hotel syariah dan pemenuhan unsur kesyariahan, pemerintah membagi golongan menjadi Hotel Syariah Hilal-1 dan Hotel Syariah Hilal-2. Outputnya berupa sertifikasi sebagai bukti tertulis yang diberikan dari DSN-MUI pada hotel yang memenuhi persayaratan.

Selain itu,  Malaysia melalui JAKIM (Jabatan Kemajuan Islam Malaysia) melakukan sertifikasi terhadap hotel yang ingin mengkategorikan dirinya sebagai Halal Hotel. Standar-standar yang harus dipenuhi yaitu MS 1500:2009 mengenai standar produksi makanan, persiapan, penanganan, dan penyimpanan ; MS 1900:2005 standar untuk Quality Management System Requirements from Islamic Perspectives ; dan beberapa standar lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s