NILAI-NILAI KEISLAMAN PADA TOURISM INDUSTRY

Halal tourism saat ini sudah mulai populer ditandai dengan adanya penambahan minat oleh tourist yang membutuhkan fasilitas tour berlandaskan akan hukum islam (syaria). Penambahan ini dapat diakibatkan karena pertumbuhan umat islam di dunia.

Komponen Halal Tourism

Halal adalah segala sesuatu yang diizinkan dan diperbolehkan oleh Allah, serta sesuai dengan ajaran syariat. Sedangkan tourism adalah kegiatan untuk berpergian dan tinggal diluar tempat lingkungan mereka untuk tidak lebih dari 1 tahun dalam rangka liburan atau bisnis (C.R. Goldner, 2006). Sedangkan Cook et al (2014: p3) mendefinisika tourism sebagai perpindahan sementara dari lingkungan rumah ataupun tempat yang biasanya dilewati, aktivitas yang dilakukan selama mereka tinggal di destinasi tersebut, dan fasilitas yang diciptkan untuk memenuhi kebutuhan tourist. Dari pengertian tersebut, tourism termasuk dalam adanya perpindahan orang atau tourist yang merepresentasikan sisi permintaan dan fasilitas atau aktivitas untuk memenuhi kebutuhan wisatawan sebagai sisi penawaran.

Keluarga Muslim yang Membutuhkan Halal Tourism 

 

Dalam bahasa arab, tourism selalu dihubungkan dengan siyaha yang diambil dari kata saha yang artinya “berpindah atau mengalir”. Allah juga telah menganjurkan kita untuk memperoleh ilmu, belajar melalui pengalaman-pengalaman dengan lima indra manusia melalui berpergian (travelling), beberapa surah yang menganjurkan berpergian adalah sebagai berikut (Zakiah Samori, 2016) :

  1. “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar ? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buka, ialah hati yang di dalam dada” (QS Al-Hajj : 46)
  2. Sesungguhnya, zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya untuk memerdekakan budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam ..(QS. At-Taubah : 60)
  3. Katakanlah :Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu” (QS. Al-An’am)

Dari penjelasan di atas maka Islam mendorong untuk melakukan perjalanan (travelling) dan terdapat banyak hikmah dan keuntungan yang didapatkan pada orang-orang yang melakukan perjalanan.

Ilustrasi Muslim Traveler

Halal Tourism adalah setiap aktivitas yang mempertimbangkan hukum islam, sebagai dasar untuk memberikan produk pariwisata dan pelayanan kepada target pelanggan terutama muslim (Mohamed Battour, 2016). Ada beberapa ruang lingkup pada halal tourism, yaitu :

  1. Hotel Syariah (Halal Hotel)
Syariah Hotel di Solo

Hotel yang menyediakan arah kiblat, makanan dan minuman yang halal bahkan terdapat wake up call untuk menjalankan sholat. Selain itu, hotel ini akan menyediakan sabun dan shampoo yang halal bagi pelanggannya. Karena tidak jarang, banyak hotel yang menyediakan makanan dengan menu babi atau bahkan toileteries (sambun dan shampoo) yang mengandung unsur babi atau anjing, darah, khamar, dan sebagainya.  ”Diharamkan bagimu(memakan)bangkai,darah,daging babi,(daging hewan) yang disembelih atas nama selain alloh,yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya dan (diharamkan bagimu memakan hewan) yang disembelih untuk berhala..” (QS. Al Maidah : 3)

 

  1. Restaurant yang Menyediakan Makanan dan Minumam yang Halal

 

Salah satu Restaurant Halal di Korea Selatan !

Menurut Battouret et al (2010), Henderson (2010), Javed 2007, dan Stephenson (2014) menyatakan bahwa “Muslim dilarang mengkonsumsi babi, produk olahan babi, heman yang mati sebelum disembelih, hewan yang tidak disembelih dengan mengucap nama Allah, tidak disembelih dengan cara yang benar, darah, alkohol, hewan karnivora, dan burung pemangsa.”

 

  1. Resort Halal

 

Hasil gambar untuk Halal resort
Di Marocco Memakai Muslim Swim Suit Dilarang 😦

Dengan memisahkan fasilitas-fasilitias resort, seperi spa, kolam renang, private beach yang dikususkan pada gender tertentu , dan fasilitas lainnya untuk laki-laki maupun perempuan. Pernyataan ini didukung dengan beberapa sumber :

 

  1. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. [QS. An-Nuur : 30]
  2. Jarir bin Abdullah berkata : Saya pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang melihat (wanita) dengan tidak sengaja, maka sabdanya, “Palingkanlah pandanganmu”. [HR. Muslim]
  3. “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.
  4. Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, Tidaklah seorang perempuan meletakkan pakaiannya selain di rumah suaminya melainkan tabir penutup antara dirinya dengan Tuhannya telah terkoyak. (HR. Ibnu Majah).

 

  1. Produk Liburan yang Sesuai Syariat

Ketersediaan baju renang muslimah di suatu tempat akan memuaskan turis muslim, baju renang ini biasa disebut Burqini atau burkini swim suit. Pakaian renang ini menutup seluruh tubuh kecuali muka, telapak tangan, dan telapak kaki,bersifat ringan, tidak ketat, dan bukan tebuat dari bahan neoprene. Pernyataan ini diperkuat oleh :

  1. Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.”(Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi no. 1173, Ibnu Khuzaimah III/95 dan ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir  10115, dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma)
  2. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka,kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka …” (QS. An-Nuur : 31)

Untuk melihat potensi halal tourism, silahkan simak infografis dibawah ini :

Amadeus Halal Tourism infographic 2016

Nah.. itu tadi nilai-nilai keislaman dalam halal tourism, hope it helps you a lot ! Selamat berlibur dan selamat jalan-jalan…

Advertisements

One thought on “NILAI-NILAI KEISLAMAN PADA TOURISM INDUSTRY

  1. “Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.”
    Aku perempuan dan suka banget solo travelling…gmn dong kak? 😦

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s